Selasa, 24 Desember 2013

Browse Manual » Wiring » » » » » Ibu Anak Kongsi Suami

Ibu Anak Kongsi Suami

Orola (kanan) bersama Noten (tengah), Mittamoni (kiri) dan anak mereka (Foto: Guardian)
 Orola (kanan) bersama Noten (tengah), Mittamoni (kiri) dan anak mereka (Foto: Guardian)
DHAKA – Tradisi unik dimiliki komuniti Mandi di Bangladesh. Seorang lelaki boleh menikah  seorang ibu sekaligus anak perempuannya.
 
Suku Mandi memiliki sistem kekerabatan matrilineal dimana perempuan menjadi pemimpin keluarga. Namun, perempuan Mandi masih memerlukan peranan lelaki untuk membantu mengurus ladang.
 
Tradisi itu dilakukan untuk memelihara aliansi antarklan. Namun praktik itu kini dikecam, kerana sang anak perempuan biasanya dinikahkan dalam usia yang terlalu muda.
 
“Saya sangat muda ketika dinikahkan. Saya bahkan tidak ingat bagaimana pernikahan saya,” ujar seorang perempuan Mandi, Orola Dalbot, seperti dikutip Guardian, Isnin (3/6/2013).
 
Orola bersama ibunya, Mittamoni, kongsi suami bernama Noten. Orola dinikahkan dengan Noten ketika dia masih berumur tiga tahun.
 
Gadis muda itu merasa tidak bahagia dengan pernikahannya. Dia ingin memiliki suami untuk dirinya sendiri. Hubungan dengan ibunya juga buruk kerana saling cemburu, berebut perhatian Noten.
 
 “Ibu saya pernah membuat saya sakit perut agar dia boleh bersama Noten. Saya tidak melihatnya lagi sebagai seorang ibu. Saya tidak boleh meminta nasihat darinya soal keluarga,” terang Orola.okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar